March 30, 2016

Rekursif (Recursions) Dalam Algoritma Pemrograman C/C++

Rekursif Dalam Algoritma Pemrograman C++ | Koding123
Rekursif

Apakah yang dimaksud dengan Rekusif pada C or C++ ?

Rekursif dalam algoritma C atau C++, Rekursi merupakan sebuah fungsi yang terdapat pada bahasa pemrograman yang mempunyai ciri khas dapat memanggil dirinya sendiri.
Proses pemanggilan pada rekursi dilakukan dengan berulang-ulang.
karena proses dalam rekursif di panggil secara berulang - ulang maka harus ada suatu kondisi yang membatasi (termination Condition) pengulangan tersebut agar perulangan dapat berhenti. apabila tidak ada suatu pembatas (termination Condition), Maka proses pengulangan akan terus berulang dan tidak akan pernah berhenti, kecuali memori yang digunakan untuk menampung tidak dapat menampung data lagi atau penuh.

Apa Perbedaan Fungsi dengan Rekursif ?

Perbedaan antara Fungsi dan Rekursif adalah Rekursif dapat memanggil dirinya sendiri sedangkan Fungsi atau Prosedur tidak dapat memanggil dirinya sendiri, melainkan harus dipanggil melalui pemanggil prosedur atau fungsi.

Contoh Sederhana Penggunaan Rekursif

Contoh yang paling sederhana dalam proses rekursi ialah dalam menghitung nilai faktorial bilangan bulat.
Deklarasi Faktorial Dalam Algoritma Pemrograman C++ | Koding123
Deklarasi Faktorial Dalam Algoritma Pemrograman C++ 
Dalam Rekursi , Setiap fungsi paling sedikit mempunyai Satu nilai awal, apabila tidak fungsi tersebut tidak akan bisa di hitung secara eksplisit.

Kapan Proses dalam Rekursi akan
Selesai ?

Dalam Rekursi, Proses akan selesai apabila pernyataan If dalam rekursi tersebut berubah menjadi false. Artinya, Proses rekursi akan berhenti apabila pernyataan dalam If bernilai Salah.

Prinsip Kerja dalam Proses Rekursi

Dalam Rekursi, Pronsip Kerja Proses dapat didefinisikan sebagai berikut:
  • Memiliki Kasus yang Sederhana.
  • Kasus Awal di arahkan menuju kasus sederhana.
  • Mendefinisikan proses rekursi.

Demonstrasi Rekursi (recursion) dengan program Faktorial

untuk mendemonstrasikan sebuah rekursi, mari kita membuat program untuk menghitung nilai faktorial dari suatu bilangan bulat (integer).
Faktorial dar suatu bilangan biasanya dilambangkan sebagai n!, yang mana n merupakan bilangan tersebut.
contoh :
5! = 5*4*3*2*1 = 120


Membuat Program Faktorial dengan Rekursi

Definisikan Fungsi Sebagai berikut:
int factorial (int n){
   if(n==1){
      return 1;
   } else {
      return n*factorial(n-1);
   }
}
Statement If mendefinisikan tipe keluaran dari program.
dalam code di atas, arti dari statement if di atas adalah:
  1. Apabila nilai yang di inputkan bernilai sama dengan 1, maka akan dikembalikan dengan nilai 1 atau return 1; (karena nilai factorial dari bilangan 1 adalah 1).
  2. Dan apabila nilai yang di inputkan bukan bernilai sama dengan 1 maka, akan terjadi proses rekursi yang terjadi pada
    return n*factorial(n-1);
     
Prosses dari rekursi di atas dapat dilihat seperti dibawah ini : 
Misal nilai yang di inputkan bernilai 5 (5!), 
maka prosses rekursi akan seperti :
[n*faktorial (n-1)] 
  1. 5*factorial (4)
  2. 5*4*factorial (3)
  3. 5*4*3*factorial (2)
  4. 5*4*3*2*factorial (1) Dan akan Tercipta Barisan seperti Dibawah ini
  5. 5*4*3*2*1
Kemudian Rangkai Fungsi Sebagai berikut:

int factorial (int n){
   if(n==1){
      return 1;
   } else {
      return n*factorial(n-1);
   }
}

int main(){
    cout<<factorial(5)   
    return 0;
} 
Pada code di atas terlihat sebuah pemanggilan fungsi, yang di warnai dengan warna hijau, yang disebut juga dengan istilah exit condition, atau sering juga di sebut denganThe base Chase.
The base Chase sangat penting dan diperlukan dalam Rekursi, Tanpa The base Chase.proses rekursi akan terus berjalan dan tidak akan berhenti.
Dibawah adalah Full Code dari program faktorial dengan menggunakan teknik rekursi yang dapat, di pelajari dan dicoba, code dibawah menggunakan standart input jadi user dapat mengisikan bilangan yang ingin di faktorkan dengan bebas.klik tombol yang bertuliskan Run Apabila ingin mencoba code tersebut secara langsung, dan klik tombol Download apabila ingin mengunduh file dari Code tersebut.

March 15, 2016

Penggunaan Array dalam Algoritma Pemrograman C/C++ (array 1 dimensi, 2 dimensi, 3 dimensi)

Array dalam Algoritma Pemrograman bahasa C or C++, Array merupakan sekumpulan nilai dengan tipe data yang sama. Suatu array dapat di kenali melalui Index, Masing - masing data yang disimpan dalam array memiliki Index sebagai tanda pengenal.Index dalam suatu Array secara umum dimulai dari angka 0 (nul) untuk titik awalnya.

Sifat dalam Array

  1. statis, berarti jumlah maksimal elemen array harus sudah ditentukan sejak awal.
  2. Elemen array dapat diakses menggunakan index tertentu. Array dapat diakses secara berurutan maupun acak (random).
Secara umum array dapat dibedakan berdasarkan indexnya. Yaitu:
  1. array satu dimensi,
  2. array dua dimensi
  3. array multi dimensi (N dimensi).

 

Aray Satu Dimensi

Array satu dimensi merupakan suatu array yang mempunyai satu buah dimensi, Array jenis ini umumnya berbentuk sebuah baris/barisan.
Ilustrasi Array satu Dimensi | ITProject13
Ilustrasi Array Satu Dimensi

Bentuk Umum Array Satu Dimensi

Array satu dimensi mempunyai bentuk umum seperti gambar dibawah ini :
type_data variable[jumlah_elemen];
Type Data menyatakan tipedata yang digunakan pada array tersebut.
Jumlah_elemen menunjukan jumlah nilai/value yang dapat dimuat oleh array tersebut.


Contoh Deklarasi Array Satu Dimensi


Cara 1 :
tinggi[0] = 165;
tinggi[1] = 155;
tinggi[2] = 163;
tinggi[3] = 170;
tinggi[4] = 155;
Cara 2 :
int tinggi[5] = {165,155,163,170,155};

Baca Juga : Percabangan (Branching) If, Else If, dan Switch (Case) dalam bahasa C++

Contoh Program Array 1 dimensi

Untuk contoh array 1 (satu) dimensi dapat dilihat pada program dibawah ini :
pada program di atas dapat dilihat bahwa pendeklarasian array satu dimensi di awali dengan nama array setelah itu dilanjutkan dengan pengisian jumlah elemen array. untuk output dapat dilakuan dengan cara yang sama yaitu dengan menambahkan nama array kemudian dilanjutkan dengan mengisi index berapa pada array yang akan dipanggil.

Hasil Dari program Array 1 (satu) Dimensi diatas.

Koding123 | Contoh Program Array 1 (satu) dimensi
Contoh hasil program dari array 1 (satu) dimensi

Apabila ingin mencoba program secara langsung dapat menekan tombol dibawah ini yaitu
Run : untuk mencoba program secara langsung
Download untuk mengunduh program array satu dimensi tersebut.

 

Array Dua Dimensi




Array dua dimensi atau yang biasa disebut dengan Array matrix, Disebut dengan array matrix karena bentuknya yang sama dan digambarkan sebagai Matrix pada Pelajaran Matematika atau Aljabar Linear. Array jenis Ini Nilai disimpan pada Baris dan Kolom ( Baris X Kolom ), Gambaran dalam penggunaan array dua dimensi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Bentuk Umum Array Dua Dimensi

Gambaran Penggunaan Array Dua Dimensi | ITProject13
Gambaran Penggunaan Array Dua Dimensi


Dalam Array Dua Dimensi Baris dan Kolom Dideklarasikan dengan Cara Sebagai Berikut.
Tipe-Data Nama_Array[Jml_Baris][Jml_Kolom];
Tipe Data Berisi Tipe Data yang digunakan untuk membuat Array Tersebut.
Jumlah Baris Berisi berapa Jumlah Baris yang Di inginkan.
Jumlah Kolom Berisi Berapa Jumlah Kolom yang Diinginkan.

Data yang ditampung oleh Array dua Dimensi adalah sebanyak Jumlah baris x Jumlah kolom.
Dalam Array dua dimensi Pendeklarasian Array dapat di lakukan dengan dua Cara, berikut adalah Cara Pendeklarasian Array dua Dimensi.

Baca Juga : Konsep Fungsi ( Prosedur ) pada algoritma Pemrograman C++

 

Deklarasi Array 2 (dua) dimensi:

Cara 1:
tinggi[0][0] = 65;
tinggi[0][1] = 76;
tinggi[0][2] = 57;
tinggi[0][3] = 43;
tinggi[1][0] = 98;
tinggi[1][1] = 70;
tinggi[2][3] = 83;

Cara 2:
int nilai[3][4] = {{65,76,57,43},
                   {70,83,32,90}, 
                   {80,49,75,83}};
Pada Dua Cara di atas dapat kita Cermati bahwa Pendeklarasian Array dapat dideklarasikan Satu Persatu ataupun Langsung dideklarasikan Sekaligus.Untuk Akhir materi kita akan mencoba menganalisis program dibawah:

Contoh Program Array 2 Dimensi

Pada program di atas dapat kita pelajari tentang deklarasi array dan juga bagaimana cara Pemanggilan array ke dalam program.kita cermati bahwa program di atas menggunakan Cara 2 untuk pendeklarasiaan array nya dan kemudian untuk Pemanggilan Array dapat dilakukan dengan cara :
nilai[2][3]Menunjukan dia memanggil nilai Array pada Baris ke 2 (dua) dan Kolom ke 3 (tiga).

Hasil Program Di atas

koding123 | Hasil Program dari contoh program array 2 Dimensi
Hasil Program dari contoh program array 2 Dimensi
atau apabila anda ingin mencoba program diatas "Program array 2 Dimensi" dapat mengklik tombol dibawah ini: Run: apabila anda ingin mencoba program tersebut secara langsung, dan Download: apabila anda ingin mendownload program tersebeut. terimakasih

 

Aray 3 Dimensi atau Lebih

Array 3 (Tiga) Dimensi merupakan Array yang apabila di ibaratkan sebagai sebuah bangun, maka Array 3 dimensi merupakan Array yang berbentuk bangun ruang, akan tetapi arti dari array 3 dimensi sebenarnya adalah suatu array yang dapat memuat lebih banyak nilai daripada array dibawahnya. Array 3 dimensi dapat kita ibaratkan sebagai layer. Misal editing Gambar melalui Photoshop, di sana terdapat Layer yang membantu proses editing Gambar. Nah, Seperti demikianlah arti dari array 3 dimensi sebenarnya.

Konsep Array 3 Dimensi

Dalam penerapannya Array 3 Dimensi mempunyai Konsep yang dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
Konsep Array 3 Dimensi | Koding123
Konsep Array 3 Dimensi
Dapat dilihat pada gambar diatas Lapis - lapis array yang kita sebut dengan layer.

Deklarasi Array 3 Dimensi


Deklarasi dalam array 3 dimensi secara umum sama dengan pendeklarasian pada array sebelumnya yaitu kita bisa deklarasikan seperti :

int nilai[3][3][3]
 {          {
            {65, 76, 87},
            {90, 97, 70},
            {94, 82, 71}
            },
            {
            {77, 87, 67},
            {86, 79, 86},
            {87, 98, 76}
            },
            {
            {87, 68, 87}
            {97, 65, 76},
            {77, 87, 56}
            },
        }
Dapat dilihat pada cara pendeklarasian array 3 dimensi di atas, dapat kita cermati bahwa array 3 dimensi merupakan pengembangan dari array sebelumnya yaitu array 2 dimensi. cara pendeklarasiannya pun hampir sama dengan array 2 dimensi. Hanya saja array 3 dimensi dideklarasikan seperti array 2 dimensi yang disatukan.

dan untuk lebih memahami tentang array 3 dimensi dalam algoritma pemrograman c/c++.
dapat dilihat contoh dibawah ini.

Contoh program Array 3 Dimensi Syntax


dari array 3 Dimensi di atas dapat ditemui output seperti dibawah ini

Hasil Program Di atas

koding123 | Hasil Program dari contoh program array 3 Dimensi
Hasil Program dari contoh program array 3 Dimensi
atau apabila kamu ingin mencoba "Program array 3 Dimensi" diatas, anda dapat mengklik tombol dibawah ini: Run: apabila anda ingin mencoba program tersebut secara langsung, dan Download: apabila anda ingin mendownload program tersebeut.